Saturday, 6 May 2017

Bandung, 6-5-2017, 19:16

Kembali lagi aku harus merantau pergi, meninggalkan segala yang ada di kandangku ini. Ah, harusnya segalanya terasa terakselerasi, tapi mengkerut rasanya hati ini.

Aku suka Bandung. Cuacanya, yang kata orang sudah tidak sedingin dahulu kala. Tetesan hujannya, yang membuat tenang ingin meringkuk di bawah selimut hangat. Bahkan mungkin macetnya, yang katanya semakin hari semakin menyiksa.

Hanya hitungan jam, setelah tiga tahun yang lalu, aku kembali lagi disini. Tiga tahun yang lalu, situasi yang sama, perasaan yang terpaut jauh berbeda. Ah, rasanya dada ini selalu sesak kalau mengingat bagaimana waktu berlalu sangat cepat. Tambah sulit lagi nafas ini ditarik saat lagi sadar dalam waktu yang berlari secepat kijang, banyak pula yang hal yang silih berganti dan hilang.

Hidup kadang lucu. Ditaruhnya lagi aku di tempat ini.  Mati matian aku berjanji tidak lagi laginya kembali ke tempat itu. Sumpah serapah dalam hati di dua puluh empat jam pertama aku terduduk disitu. Tapi disinilah aku lagi.

Hidup kadang lucu. Dimintanya lagi aku untuk beradaptasi. Saat semuanya sudah berhenti berputar, sudah duduk dengan tenang, kembali dia bangun lalu bisikkan “kembali lagi kamu harus menari”.

Aku takut. Tidak pernah aku semenciut ini.

Mungkin karena kotanya. Terlalu bising. Aku suka tenang. Terlalu padat. Aku suka kosong. Terlalu… palsu? Jelas bukan yang aku mau.

Kadang penat, padahal belum juga aku melangkah. Lihat saja dari kata kata ini, terlalu banyak diksi yang aku rajah.

Akan jadi apa besok? Dan lusa?

Akan bagaimana tidurku besok? Dan lusa?


Akan bagaimana semuanya? Karena aku pun mungkin sudah berubah. Sudah tidak selincah dulu. Sudah terlalu banyak yang dituju.

Andai aku ini lugu. Semua mungkin lurus.

Terlalu banyak huruf U, dan sekarang nafasku memburu.

Oh, ya, kamu. Ingin sekali aku berkeluh kesah padamu. Tapi nampaknya sudah mulai ketara jauh berbeda yang kau pilih di hidupmu dan hidupku. Sepertinya kau suka hiruk pikuk itu. Kebalikanku yang membencinya sampai ke tulang rusukku. Tapi sudahlah, hari ini aku menulis bukan untukmu.

Tuhan, aku sungguh berlebihan. Tuhan, mohon maafkan. Aku tidak mau tidur, tidak mau jam jam terakhir ini kulewatkan dengan mata terpejam. 

Aku tidak mau pergi. 

No comments:

Post a Comment

Another Milestone

This is a very late announcement, but anyway, I have finished my master's degree, folks! Yeah yeah I know, it has been roughly a month ...