Showing posts with label monolog. Show all posts
Showing posts with label monolog. Show all posts

Monday, 4 August 2014

Who Are You?

Hey mate, how have you been? So today, actually few days ago, i got this daily question or question of the day on ask.fm (my account) which was "Who are you?". This question got me petrified for a moment. I tried to open the answer link, and i got even more confused to answer that. Its such a simple question: "Who are you?", even Spiderman will say "Who am I? I'm Spiderman" without any doubt. Hahahaha. But it actually took me a day to answer that. So this post is actually inspired by that question.

Who are you?

Who am I? 
Some of you may think that this is such an easy question. But its a hard question for me after all. I can answer this easily by typing or informing you guys about my identity. But for me, that question is more than telling people your identity like how old you are, or what major you take.

Who are you?
Its the deepest question i have ever heard, especially this year (again, Im turning 21 this year). I havent figured out who i am. 

I am Evyta Rosalina. I am turning 21 this year on September 10th. I have a mother who works in the government, a father who works on the air force, and an older sister. I've been living in Cimahi for about 21 year (yes, I have been living in the same place for 21 years). I have a huge obsession about aviation and military world. Basically because I've been living among those things. I had a dream to be a pilot but then i realized that going into pilot academy would cost a lot of money then i planned to take aviation engineering. I worked my ass off when i was in high school to get to aviation engineering but then i failed. And now, I'm taking chemical engineering as my major, hoping that once i graduate i will be able to work on jet fuel (yet it is still in aviation world). I'm an easy going person, sometimes too stubborn. Sometimes people misunderstand me as a mean girl, but i am actually a nice person.

Is that who i am? that's more likely a narration, but not necessarily answer the question " who are you ? "

Yep, anyway, just a short thought though.  

Thursday, 31 July 2014

I Just Wanted To Talk?

Jadi beberapa bulan ini, saya sedang rajin-rajinnya mencari koneksi lewat teman-teman saya untuk mengenal mereka-mereka yang terjun di bidang militer ( those who go to Akademi Militer, Akademi Angkatan Udara atau Akademi Angkatan Laut ). Mungkin beberapa dari pembaca blog saya yang kenal dengan saya akan bertanya-tanya, "Kenapa harus lewat teman-teman, Ayah Evyta kan TNI Angkatan Udara?", Yep, I have been asking myself the same thing too. But, I dont think that I can ask my Father for this because he's still tied with his rank as a Colonel. That will be inappropriate, I believe. So yea, I am asking my friends. Most of my friends misjudge me at first, karena mereka mengira, saat saya bertanya "Punya teman di Akmil? Kenalkan saya dong" that means I'm looking for boyfriend. That may be true, but that is not my main purpose here.

As I have told you before, my Dad is in the Air Force. Saya dibesarkan secara tidak langsung (kasarnya) in a military way. I remember always getting up at 4.30 in the morning for morning jog and swimming, I remember that I had to fix my own things when I broke them, I remember having myself as independent as i could, I remember that my Dad used to shout to tell me what to do. I'm used to that stuff. Until now. 
As you all can remember, I have always loved things about airplane. Hal ini juga karena memang dari kecil, Ayah saya selalu mencekcoki saya hal-hal tentang pesawat terbang. Setiap hujan turun, beliau selalu menceritakan tentang awan komulonimbus yang bisa mengganggu penerbangan dan sebabkan turbulensi. I remember my first movie that i watched in cinema was a movie about war, and at the age of 12, my favourite movie was Windtalkers. I have always loved military things also. Sampai SD kelas 6, dulu Ayah saya dinas di Bandara Sulaiman Bandung, setiap saya libur, pasti diajak kesana. I remember anak buah Ayah saya yang perempuan selalu menemani saya naik suatu balkon untuk melihat pesawat hercules yang mendarat. Atau diajak ke hanggar untuk melihat spare part pesawat kalau saya sudah rewel mau pulang. Bahkan sampai saya SMA kelas 3 pun, Ayah saya saat itu dinas di Jakarta. Saya sangat menikmati tiap kunjungan ke kantor ayah saya di Jakarta. My heart gets warm tiap melihat pesawat take off atau landing. Its just magical, for me. 

My dad's stories are getting old, but my curiosity is sky rocketing that Google can't even help. That's why I need some new friends who go to military school or academy. Saya tau, kalau memang saya mau sharing tentang hal-hal ini, tidak melulu harus dengan mereka yang sekolah di sekolah militer. Tapi, saya juga tau, untuk bisa sharing dengan orang orang di sekolah militer akan beribu kali lipat lebih menyenangkan dan saya bisa dapat ilmu lebih karena itu adalah bidang mereka.

But apparently, anak-anak yang dikenalkan oleh beberapa teman saya ini tidak mengerti maksud dan tujuan saya ini. I can totally understand that since the majority of them are boys mungkin mereka merasa "Apa ini cewek tau tau kenalan". I'm 100% aware that I'm not physically attractive for you guys, but trust me, my brain is more than just my physical appearance. Hahahahaha. As i can remember, ada 3-4 laki-laki yang secara halus "rejected" me, you know, being cold, jutek and stuff. Some of my friends said, kalau anak-anak sekolah milter itu tertarik sama mereka mereka yang di bidang hospitality jadi mungkin my major turned them off. But the thing is, saya hanya ingin mencoba berteman, make friends. But as far as i can remember, most of them are to wrapped up with thoughts kalau dikenalin sama cewek, arahnya pasti "kesitu" (you know menuju ke hubungan yang bukan teman). That's just........ heartbreaking because I just wanted to talk? Hahahaha but i can totally understand that. I live in Indonesia, meaning that kalau perempuan duluan yang ajak lelaki ngobrol, berarti perempuan tersebut tertarik. This is so teenagers thing for god's sake hahahaha but this is happening in my life right at the moment. I remember teman terakhir yang dikenalkan, i know that he was in his last year in the academy, saya mencoba membuka topik tentang Tugas Akhir yang akan dia jalani, dengan harapan we would be able to talk about Tugas Akhir-nya yang tentang apa karena pasti tugas akhirnya berbau militer, dan that would be pretty much cool if he could share them with me since again, Im super interested in Military things, but yep, apparently that was not a right move and i'm pretty sure he thinks that im into him right now. And similar things happened with the guys before that. Sad, and frustrating. But terkadang saya masih punya pikiran optimis kalau mereka di sekolah militer ini cukup pintar untuk mau mengenal dan being an open minded human being. 

You know, this post was never intended to offend anyone. Its just simply my own thoughts about whats happening in my life lately. 

Kalau Anda yang membaca ini punya interest yang sama dengan saya, bisa hubungi saya di evyta.rosalina@yahoo.com.




Thank You

Saturday, 15 February 2014

Ayah

Baru beberapa hari yang lalu, dua hari berturut-turut saya diantar oleh Ayah ke kampus. Pagi-pagi buta, beliau sudah siap duduk di ruang makan, siap untuk mengantar saya, padahal saya sendiri masih setengah tertidur, berpiyama dan hendak mengambil handuk. Iya, Ayah memang orang yang paling disiplin yang pernah saya kenal, tidak hanya itu, Ayah, menurut saya, adalah orang yang sangat terorganisir dan sangat rapi. Sebagian besar kedisiplinan yang ada pada diri beliau terbentuk karena Kakek. Kakek (yang sering saya dengar dari cerita Nenek), dulunya adalah Anggota Angkatan Laut Jepang, lalu saat Jepang kalah dalam Perang Dunia Ke-2, beliau dihadapkan kepada dua pilihan, ikut bergabung bersama Jepang, atau bergabung dengan NKRI. Pada dasarnya, Kakek jugalah yang membentuk kepribadian Ayah yang seperti ini. Sebagian besar lagi karakter kedisiplinan Ayah dibentuk dari Pendidikan Militer yang diikutinya selepas sarjana. Saat itu beliau memilih jalur Sepamilwa (sekarang Prajurit Karir), memang hanya selama 8 bulan, tetapi cukup membentuk karakternya yang sangat keras. Ayah juga merupakan sosok yang sangat mandiri. Lulus SMA langsung merantau ke Kota Bandung. Lalu selepas berkeluarga pun, selama 13 tahun harus dinas di Jakarta (saya sekeluarga berdomisili di Bandung), hidup sendirian di Mess khusus. Memang, sekarang Ayah sudah kembali ditempatkan di Bandung, tetapi kedisiplinan dan kemandiriannya sudah sangat melekat dan beliau sendiri pun sudah sangat terbiasa dengan itu. 
Lalu apa kaitannya semua monolog saya tentang ayah di atas?

Well, saya mungkin perempuan tapi obsesi saya dari kecil adalah untuk menjadi seperti Ayah.

Bukan dalam artian harus menjadi orang yang terjun di bidang ke-militer-an. Akan tetapi, saya ingin menjadi pribadi yang sangat independen, dan disiplin seperti Ayah. Mungkin saat ini, telah banyak sifat dan kebiasaan Ayah yang diturunkan kepada saya, akan tetapi, saya ingin 100% seperti ayah, dalam hal independen dan mandiri, juga disiplin.

Ayah bisa dikatakan sangat neat-freak, hanya setitik noda di dinding atau segumpal debu di lantai bisa membuat beliau cerewet setengah mati. Kadang juga orang rumah dibuat jengkel dengan sifatnya yang ini. Akan tetapi, akhir-akhir ini aku kagum akan sifat beliau yang satu ini, siapa lagi yang akan sadar dan aware dan berpikir panjang kalau debu itu nanti bisa membuat sulit pernapasan bila dibiarkan? atau setitik noda itu akan membesar dan membuat biaya pembersihanya semakin besar? Ah, Ayah memang benar-benar rapi.


Lalu saya teringat salah satu pertanyaan yang diberikan pada saya hampir setahun yang lalu, saat saya sedang melakukan fit and proper test untuk pencalonan diri menjadi Ketua Himpunan. Pertanyaan-nya sangat sederhana: 

"Siapakah pemimpin idolamu?"

mendadak saya merasa sangat bodoh. saat itu saya menjawab "Soekarno", karena sifatnya yang idealis, dan tahu betul apa yang dibutuhkan negaranya.

Harusnya tidak perlu jauh-jauh, meskipun (akan) terdengar seperti pencitraan, tetapi seharusnya jawaban saya adalah:  "Ayah."

Another Milestone

This is a very late announcement, but anyway, I have finished my master's degree, folks! Yeah yeah I know, it has been roughly a month ...