Dari kejauhan aku memandangmu. Hanya dari beberapa gambar
dirimu yang kutemukan susah payah. Katanya suka karena biasa, tapi aku suka
karena belum terbiasa. Belum pernah aku mengenalmu, bertukar salam pun tak
pernah. Hanya namamu yang sering kudengar dulu. Terus terusan kudengar sampai
rasanya tak asing lagi.
Tetapi kini aku memandangmu, hanya dari beberapa gambar
dirimu yang kutemukan susah payah. Rasanya tidak asing, maka kucoba berkata
sapa. Kau menjawabku. Kini rasanya menjadi asing. Tapi tetap aku memandangmu. Berhari-hari
ini telah kulakukan terus menerus. Mencoba
mengingat apa yang kukenal darimu.
Kau terlalu jauh. Tapi anganku tak mau berhenti untuk terus
berlari. Terus berangan-angan akan dirimu dan aku. Mungkin aku sudah gila. Karena
aku terus terusan memandangmu, dari beberapa gambar dirimu yang kutemukan susah
payah.
Mungkin kau dan aku tak akan pernah bersatu, meskipun pada
akhirnya kita bertemu. Mungkin pula ini hanya sekadar pikiranku, yang
sepertinya tak mau berhenti mencari tahu tentangmu. Mungkin pula ini akan
berakhir dengan pikiranku lagi, yang akhirnya berhenti lalu berpindah ke lain
hati.
Tapi untuk saat ini, aku akan tetap memandangmu, terus-terusan
sampai kau terbawa dalam mimpiku. Hanya dari beberapa gambar dirimu, yang
kutemukan dengan susah payah.
Februari, 2014.
23.10
No comments:
Post a Comment